Wabup Kutim Mahyunadi saat memberikan sambutan sebelum melepas Jalan Sehat PGRI menyambut HUT ke-81 RI. Foto : Nasruddin/Pro Kutim
SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), segera mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta HIV/AIDS kepada para pelajar.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sejak dini terhadap berbagai persoalan kesehatan dan sosial yang berpotensi mengancam generasi muda.
"Bangsa kita sekarang sedang dihadapkan pada angka yang tidak menyenangkan terkait kasus kesehatan. Karena itu, kami dari pemerintah daerah akan turun langsung ke sekolah-sekolah, khususnya jenjang SMA," kata Mahyunadi saat membuka kegiatan Jalan Sehat PGRI Kutim menyambut HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sabtu (8/8/2026).
Menurut dia, sosialisasi tersebut akan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya pergaulan bebas, HIV/AIDS, serta penyalahgunaan narkoba.

Mahyunadi menyebutkan Pemkab Kutim telah melakukan rapat koordinasi untuk membahas langkah penanganan terhadap persoalan tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan yakni memperluas edukasi dengan menyasar langsung lingkungan sekolah.
"Kita sudah menggelar rapat koordinasi untuk membahas penanganan masalah ini. Kita ingin masuk ke sekolah untuk memberikan edukasi sejak dini agar anak-anak kita terhindar dari perbuatan yang merusak masa depan mereka," ujarnya.
Ia mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua.
Mahyunadi menegaskan pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan pencapaian akademik, tetapi juga harus memperhatikan perlindungan kesehatan fisik dan mental peserta didik.

"Pendidikan ini adalah investasi jangka panjang. Anak yang masuk SD hari ini baru kelihatan hasilnya 12 hingga 13 tahun kemudian. Jadi, tugas kita bersama untuk menjaga moral dan kesehatan mereka," katanya.
Menurut dia, penerapan program wajib belajar 13 tahun juga membutuhkan pengawasan yang kuat terhadap lingkungan pergaulan peserta didik agar mereka dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik.
Mahyunadi mengajak seluruh tenaga pendidik untuk berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekolah serta menyampaikan pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penerapan pola hidup sehat kepada para siswa.
Ia berharap kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua dapat memperkuat perlindungan terhadap generasi muda Kutim dari ancaman narkoba, HIV/AIDS, dan berbagai perilaku yang dapat mengganggu masa depan mereka.(kopi14/kopi13/kopi3)








