Widget Gambar

Pemuda Kutim Bangun Rantai Distribusi Sangattaqua

Pemuda Kutim Bangun Rantai Distribusi Sangattaqua
hms3
Memuat tombol bagikan...

Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat dan Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim. Foto: Istimewa 

SANGATTA - Di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat sumber pembiayaan pembangunan, sekelompok pemuda di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih jalur yang jarang disorot, memperluas peredaran produk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Melalui kerja sama distribusi air minum dalam kemasan Sangattaqua, mereka menautkan energi kepemudaan dengan kepentingan fiskal daerah.

Langkah itu ditandai dengan kesepakatan antara Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat dan Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim dalam mendistribusikan produk air minum dalam kemasan tersebut. Kerja sama ini tidak hanya dimaksudkan untuk membuka ruang kerja bagi generasi muda, tetapi juga diproyeksikan memberi kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutim.

Ketua Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat, Habibi, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk partisipasi konkret pemuda dalam menggerakkan sektor riil daerah.

“Setiap botol Sangattaqua yang kami distribusikan akan menambah omzet PDAM (Perumdam TTB). Semakin besar omzet PDAM, semakin besar dividen untuk PAD Kutim. Ini cara pemuda ikut menaikkan APBD dari sektor riil,” jelas Habibi.

Di balik pernyataan itu tersirat sebuah pendekatan yang dapat disebut sebagai ikhtiar swadaya ekonomi, yakni upaya masyarakat menggerakkan roda ekonomi secara mandiri, namun tetap berpaut pada kepentingan pembangunan daerah. Distribusi Sangattaqua akan mengandalkan jaringan pemuda yang selama ini telah terbangun melalui berbagai kegiatan komunitas. Jaringan tersebut diharapkan menjadi kanal baru bagi perluasan pasar produk BUMD.

Dalam enam bulan pertama, koperasi menargetkan Sangattaqua masuk ke sedikitnya 200 titik distribusi. Lokasinya mencakup rumah sakit, puskesmas, hotel, sekolah, kantor pemerintahan, Dapur SPPG Makan Bergizi Gratis, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Unit AMDK Perumdam TTB Kutim, Recky Karepowan, menilai kerja sama ini sebagai strategi yang efisien dalam mengembangkan bisnis air minum kemasan milik daerah.

“Kami produksi, pemuda yang distribusikan. Cost distribusi turun, volume penjualan naik. Ujungnya PAD Kutim ikut naik. Ini model kolaborasi BUMD-Koperasi yang saling menguntungkan,” kata Recky.

Model kerja sama tersebut memanfaatkan keunggulan masing-masing pihak. Perumdam  berkonsentrasi pada produksi, sementara jaringan koperasi menjalankan fungsi distribusi. Pola ini memungkinkan efisiensi biaya sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Lebih dari sekadar distribusi produk, inisiatif ini juga diharapkan menimbulkan multiplier effect, sebuah istilah ekonomi yang merujuk pada efek berantai dari suatu kegiatan ekonomi terhadap sektor lain.

Pertama, terbukanya peluang kerja bagi pemuda lokal. Koperasi akan merekrut tenaga penjualan, pengemudi distribusi, staf administrasi gudang, hingga tenaga logistik. Kedua, meningkatnya perputaran uang di daerah. Produk Sangattaqua direncanakan menjadi official water dalam berbagai kegiatan Pemuda Kutim Hebat, termasuk Lomba Vlog Explore Potensi Desa serta kegiatan organisasi seperti PKK dan Bhayangkari. 

Ketiga, penguatan peran UMKM. Koperasi membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menjadi subdistributor di wilayahnya masing-masing, sehingga rantai ekonomi tidak berhenti di tingkat kota, tetapi merambat hingga desa. Keempat, penguatan identitas daerah melalui produk lokal. Sangattaqua akan dibawa dalam berbagai kegiatan regional dan nasional yang melibatkan pemuda Kutai Timur sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk daerah ke khalayak yang lebih luas.

Di tengah upaya banyak daerah mencari sumber pendapatan baru, langkah yang ditempuh pemuda Kutim ini menunjukkan bahwa kontribusi terhadap fiskal daerah tidak selalu lahir dari kebijakan besar. Kadang ia tumbuh dari ikhtiar sederhana, mendistribusikan satu botol air minum yang perlahan mengalir menjadi denyut ekonomi bagi daerah. (kopi3)

Memuat tombol bagikan...