Widget Gambar

Mobil Perpustakaan Keliling Hidupkan Minat Baca Siswa Kutim

Mobil Perpustakaan Keliling Hidupkan Minat Baca Siswa Kutim
Kopi 10
Memuat tombol bagikan...

Antuasiasme Siswa Siswi SDN 016 memanfaatkan Mobil Perpustakaan Keliling untuk menumbuhkan minat baca dan literasi. Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA — Ratusan siswa SDN 016 Sangatta Utara memanfaatkan kehadiran mobil perpustakaan keliling yang difasilitasi Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kutai Timur. Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu cara mendekatkan akses literasi kepada anak-anak sekaligus memberi pilihan bacaan di tengah kuatnya penggunaan gawai dalam keseharian.

Layanan perpustakaan keliling yang berlangsung di Jalan Dayung, Kecamatan Sangatta Utara, ini hadir secara rutin setiap Senin hingga Kamis. Siswa dapat memilih berbagai koleksi yang dibawa langsung ke sekolah, mulai dari buku cerita anak, pengetahuan umum, ensiklopedia hingga buku pendidikan sesuai usia mereka.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka memilih buku yang diminati, kemudian membaca secara mandiri maupun dengan pendampingan petugas. Kehadiran layanan ini membuat aktivitas membaca tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi menjadi kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian siswa.

Petugas layanan perpustakaan keliling, Lince Lumalin, Yuli Rante dan Haryono, turut mendampingi siswa dalam memilih bacaan serta mengenalkan beragam koleksi yang tersedia. Pendampingan tersebut penting agar anak tidak sekadar membaca, tetapi juga menemukan jenis bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Kepala Perpustakaan SDN 016 Sangatta Utara, Wiwin Jayanti, menyambut baik kehadiran layanan tersebut. Menurutnya, perpustakaan keliling memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih banyak sumber pengetahuan di luar materi yang diperoleh di kelas.

“Alhamdulillah kami sangat senang dengan adanya layanan perpustakaan keliling. Anak-anak dapat mengenal berbagai macam sumber referensi sehingga pengetahuan mereka semakin luas dan tidak hanya terpaku pada penggunaan gawai,” ujarnya.

Menurut Wiwin, keberlanjutan layanan tersebut penting karena budaya membaca tidak cukup dibangun melalui imbauan. Anak-anak membutuhkan akses terhadap buku yang mudah, menarik dan tersedia secara rutin. Ia berharap perpustakaan keliling dapat terus hadir di sekolah sehingga membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi siswa sejak usia dini.

Petugas perpustakaan keliling, Haryono, mengatakan layanan tersebut memang dirancang untuk membawa buku lebih dekat kepada masyarakat. Dengan begitu, keterbatasan jarak dan akses tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan bacaan.

“Kami ingin ilmu itu mudah didapat. Tidak harus jauh-jauh pergi ke gedung perpustakaan. Biarkan perpustakaan yang datang ke masyarakat supaya lebih dekat dan bermanfaat bagi siapa saja.Usai dari SDN 16,kami menuju Folder Ilham Maulana,” kata Haryono.

Kehadiran perpustakaan keliling sekaligus menunjukkan bahwa penguatan literasi membutuhkan akses yang nyata terhadap bahan bacaan. Di tengah derasnya informasi digital, buku tetap menjadi salah satu sumber penting untuk membantu anak membangun kemampuan membaca, memahami informasi dan memperluas wawasan.

Melalui layanan yang menyentuh langsung sekolah dan masyarakat, gerakan literasi di Kutai Timur diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang membentuk siswa lebih kritis, berpengetahuan luas dan bijak dalam menggunakan informasi di era digital. (kopi10/kopi4/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...