Widget Gambar

Punya Cathlab, RSUD Kudungga Sukses Tangani Penyumbatan Jantung

Punya Cathlab, RSUD Kudungga Sukses Tangani Penyumbatan Jantung
Kopi 5
Memuat tombol bagikan...

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kroscek Ruang Cathlab RSUD Kudungga. Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGATTA – Sebuah lompatan besar dalam dunia medis baru saja ditorehkan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Tim dokter RSUD Kudungga Sangatta bekerja sama dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, sukses melakukan tindakan operasi jantung perdana menggunakan teknologi Cathlab (Laboratorium Kateterisasi), Jumat (19/6/2026).

Operasi yang berlangsung dramatis selama lebih dari dua jam ini tergolong sangat sulit. Pasien merupakan seorang pria berusia 66 tahun dengan riwayat hipertensi dan perokok berat. Ia diketahui mengalami penyumbatan total (total oklusi) pada pembuluh darah koroner jantungnya.

Tindakan medis ini dipimpin langsung oleh dokter spesialis intervensi jantung senior dari RSJPD Harapan Kita, dr Arwin Saleh Mangkuanom, serta didampingi oleh dr Farid Hidayat dari RSUD Kudungga.

Drama di ruang operasi bermula ketika tim dokter mendapati kondisi pembuluh darah pasien yang sudah tersumbat total. Berdasarkan pemeriksaan treadmill test sebelumnya yang dipimpin oleh dr Ferdi, pasien positif mengalami penyembatan parah hingga membuat aliran darah ke jantung terputus.

"Kasus tersumbat total ini artinya pasien sebenarnya pernah mengalami serangan jantung di masa lalu, namun ia selamat (survive). Padahal, serangan jantung seperti ini taruhannya hitungan detik," ujar dr Arwin Saleh usai operasi.

Tingkat kesulitan operasi ini meningkat drastis karena penyumbatan tersebut diperkirakan sudah berlangsung lama. Akibatnya, gumpalan darah di dalam pembuluh darah telah mengeras dan mengalami pengapuran, sehingga sangat sulit ditembus oleh peralatan standar.

"Kalau kasus serangan jantung baru, biasanya 30 menit sudah selesai. Tapi karena ini kasus lama dan sudah mengeras, kami harus menggunakan tiga kawat khusus secara bergantian untuk bisa menembus sumbatan tersebut. Alhamdulillah, berkat ketelitian tim, sumbatan berhasil ditembus dan satu cincin (ring) jantung sukses terpasang," jelas dr Arwin melegakan.

Setelah ring terpasang, layar monitor Cathlab langsung menunjukkan perubahan kontras yang signifikan, aliran darah yang semula buntu total kini kembali mengalir lancar menuju bagian bawah jantung.

Keberhasilan operasi ini juga disaksikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin, serta sejumlah direktur RSUD se-Kaltim melalui ruang monitor.

Bupati Ardiansyah mengaku takjub melihat langsung jalannya operasi. Pasalnya, teknologi Cathlab ini memungkinkan operasi jantung dilakukan dengan metode invasif minimal. Pasien tidak perlu dibius total dan tetap dalam kondisi sadar penuh sepanjang tindakan.

"Luar biasa sekali. Kalau zaman dulu, kasus penyumbatan total seperti ini harus lewat operasi bypass yang dadanya dibedah terbuka. Sekarang dengan teknologi ini, pasien cukup dibius lokal, lalu dimasukkan ring melalui pembuluh darah. Pasiennya bahkan tadi sadar dan bisa melihat prosesnya di layar," kata Bupati Ardiansyah dengan nada kagum.

Di akhir penjelasannya, Bupati juga menyelipkan pesan edukasi bagi masyarakat Kutim agar lebih peduli terhadap kesehatan, mengingat latar belakang pasien yang merupakan perokok berat.

"Ini pelajaran berharga. Alhamdulillah bapaknya selamat, tapi di antaranya ini karena merokok berat. Makanya, mari kita jaga kesehatan dan jangan merokok lagi," imbaunya.

Dengan keberhasilan operasi perdana ini, masyarakat Kutim kini tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke luar daerah seperti Samarinda atau Jakarta untuk mendapatkan penanganan darurat serangan jantung. RSUD Kudungga Sangatta telah membuktikan diri mampu menangani kasus-kasus jantung dengan tingkat kesulitan tinggi.(kopi5/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...