Widget Gambar

RS Wahau Ditargetkan Layani Warga di 2029, Pemkab Kutim Kebut Persiapan

RS Wahau Ditargetkan Layani Warga di 2029, Pemkab Kutim Kebut Persiapan
Kopi 10
Memuat tombol bagikan...

Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati.Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Masyarakat Kecamatan Muara Wahau dan wilayah sekitarnya harus sedikit bersabar untuk mendapatkan fasilitas rumah sakit baru. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan Rumah Sakit (RS) Muara Wahau Tipe D mulai beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan pada 2029.

Rencana tersebut kini mulai dimatangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim. Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pembangunan rumah sakit yang direncanakan berlokasi di Jalan Aneka, Desa Wanasari, masih berada pada tahap persiapan.

Sejumlah dokumen dasar pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun ini. Di antaranya studi kelayakan, Detail Engineering Design (DED), serta dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

Menurut Yuwana, dokumen tersebut menjadi bagian penting sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan RS Muara Wahau memiliki perencanaan yang matang dan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Harapannya 2029 sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kalau bisa selesai sebelum itu, tentu lebih bagus,” ujar Yuwana saat ditemui awak media di depan Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (10/8/2026).

Setelah tahapan persiapan rampung, pembangunan fisik rumah sakit direncanakan berlangsung secara bertahap selama dua tahun, yakni mulai 2027 hingga 2028.

Namun, pekerjaan belum berhenti setelah bangunan berdiri. Pemerintah daerah masih harus menyiapkan berbagai kebutuhan agar rumah sakit dapat beroperasi secara optimal. Mulai dari sarana dan prasarana, alat kesehatan, hingga sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Pemenuhan kebutuhan tersebut diproyeksikan berlangsung hingga 2029. Dengan demikian, target operasional rumah sakit tidak hanya bergantung pada selesainya konstruksi, tetapi juga kesiapan seluruh unsur pendukung pelayanan.

Yuwana mengatakan target 2029 juga masih terbuka untuk dipercepat. Apabila pembangunan fisik maupun pemenuhan fasilitas dan tenaga kesehatan dapat diselesaikan lebih awal, pelayanan kepada masyarakat diharapkan bisa dimulai sebelum target tersebut.

Meski demikian, pelaksanaan pembangunan tetap harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Pemerintah daerah perlu memastikan setiap tahapan dapat berjalan secara terukur sehingga pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu ditopang dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai.

Kehadiran RS Muara Wahau diharapkan menjadi langkah penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan di wilayah Kutim. Dengan adanya fasilitas kesehatan tingkat rumah sakit di kawasan tersebut, masyarakat Muara Wahau dan daerah sekitarnya nantinya memiliki alternatif layanan yang lebih dekat.

“Kami akan terus mengawal agar pembangunan RS Muara Wahau dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak langsung terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang ada di Kecamatan Muara Wahau dan sekitarnya,” pungkas Yuwana.(kopi10/kopi13)

Memuat tombol bagikan...