Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat melakukan kroscek Asrama HIPMAKT di Makassar. Foto: Dewi/Pro Kutim
MAKASSAR – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi yang didampingi Ketua DPRD Kutim Jimmi, meninjau langsung asrama mahasiswa putra di Jalan Sejiwa No 64, Karuwisi, Kecamatan Panakkukang dan asrama putri di Jalan Hertasning VI No 12H, Tidung, Rappocini Kota Makassar, Rabu (7/1/2026) siang.
Kunjungan tersebut dilakukan menjelang pelantikan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kutai Timur (HIPMAKT) Cabang Makassar yang akan digelar pada malam harinya.
Dalam peninjauan itu, Wakil Bupati Mahyunadi menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi asrama mahasiswa yang dinilai belum layak jika dibandingkan dengan kemampuan fiskal Kabupaten Kutim. Mahyunadi menilai fasilitas asrama masih tertinggal dibandingkan daerah lain yang telah membangun asrama representatif di wilayah dengan konsentrasi mahasiswa yang tinggi.



“Jika disandingkan dengan kemampuan daerah, kondisi asrama ini memang masih memprihatinkan. Padahal jumlah mahasiswa kita cukup banyak dan ini harus menjadi perhatian serius ke depan,” ujarnya.
Saat ini tercatat sekitar 60 mahasiswa asal Kutim menempuh pendidikan di Makassar. Namun, hanya 12 orang yang dapat tinggal di asrama, masing-masing enam orang di asrama putra dan enam orang di asrama putri. Artinya, lebih dari 50 mahasiswa lainnya harus mencari tempat tinggal secara mandiri.
Pemerintah Kabupaten Kutim, lanjutnya, berkomitmen tidak hanya memberikan beasiswa tuntas dan beasiswa stimulan, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendukung yang dapat meringankan beban mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Kita ingin anak-anak kita bisa fokus kuliah. Kalau bisa, tidak ada lagi beban biaya tempat tinggal. Karena itu, aspirasi pembangunan asrama di daerah-daerah lumbung mahasiswa akan kita perjuangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMAKT Cabang Makassar, Herlisa Febriana, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan sarana penyampaian aspirasi mahasiswa terkait kondisi asrama yang dinilai belum mengalami pengembangan optimal meskipun rutin dikunjungi setiap tahun.
“Kondisi asrama putra dan putri setiap tahun hanya didata, namun pengembangannya belum dirasakan. Teman-teman bukan merasa dirugikan, tetapi merasa haknya belum terpenuhi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pengadaan barang kesekretariatan asrama yang setiap tahun masuk dalam perencanaan, namun belum terealisasi secara maksimal.
Melalui pelantikan pengurus HIPMAKT Cabang Makassar yang dirangkaikan dengan dialog publik, pihaknya menghadirkan Wakil Bupati Kutim dan Ketua DPRD Kutim sebagai bentuk harapan agar aspirasi mahasiswa dapat ditindaklanjuti secara konkret.
“Kami berharap kehadiran pimpinan daerah dapat menumbuhkan semangat perjuangan mahasiswa sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan Kabupaten Kutim yang berkelanjutan,” tutup Herlisa.(kopi15/kopi13)








