Widget Gambar

Sinergi Demokrat-Pemkab Kutim Perkuat Ketahanan Fiskal

Sinergi Demokrat-Pemkab Kutim Perkuat Ketahanan Fiskal
kopi12
Memuat tombol bagikan...

Momen silaturahmi Partai Demokrat menemui Bupati Ardiansyah Sulaiman. Foto: Rina/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengintensifkan langkah-langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pembangunan di tengah tantangan fiskal yang dinamis. Salah satu upaya tersebut tercermin dalam pertemuan antara Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, dengan jajaran Partai Demokrat, Rabu (25/3/2026) lalu yang menitikberatkan pada penguatan dukungan program lintas level pemerintahan.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati ini menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan peluang dukungan dari pemerintah pusat. Hadir dalam kesempatan tersebut Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Irwan Fecho, Ketua DPC Partai Demokrat Kutim Ordiansyah, serta Ketua Fraksi Demokrat Kutim Pandi Widiarto.

Diskusi berkembang pada isu krusial yang tengah dihadapi daerah, terutama terkait tekanan terhadap kapasitas fiskal akibat fluktuasi sektor pertambangan, khususnya batu bara. Kondisi ini mendorong perlunya strategi adaptif agar program prioritas tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

Irwan Fecho menilai, dalam situasi tersebut, daerah perlu memperkuat akses terhadap sumber pendanaan alternatif, termasuk optimalisasi dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun kolaborasi dengan pemerintah provinsi.

“Koordinasi dengan kementerian menjadi penting agar program prioritas daerah tetap mendapatkan dukungan. Ini bukan hanya soal keberlanjutan pembangunan, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Sejumlah agenda pembangunan strategis turut menjadi perhatian, di antaranya peningkatan infrastruktur konektivitas antarwilayah serta penguatan layanan kesehatan, termasuk rencana pembangunan rumah sakit di kawasan Wahau.

Selain itu, isu pengembangan infrastruktur perkotaan juga mengemuka, khususnya terkait urgensi pembukaan jalan poros baru di pusat Kota Sangatta. Infrastruktur ini dinilai memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, mengurangi beban lalu lintas pada ruas jalan utama, serta membuka akses baru bagi aktivitas ekonomi.

Pembukaan jalan poros baru tersebut tidak hanya dipandang sebagai solusi jangka pendek terhadap kepadatan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menata ulang struktur ruang kota. Kehadiran koridor baru diyakini mampu mendorong pemerataan pertumbuhan, menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru, serta meningkatkan konektivitas antar kawasan permukiman dan perdagangan.

Di sisi lain, pembahasan juga mengarah pada pentingnya transformasi struktur ekonomi daerah. Irwan Fecho menyoroti bahwa Kutim mulai menunjukkan perkembangan positif pada sektor ekonomi kreatif yang dinilai berpotensi menjadi penopang baru pertumbuhan ekonomi.

Penguatan sektor ini, menurutnya, perlu didorong melalui kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar.

“Ekonomi kreatif menjadi peluang besar untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif. Ini harus dikembangkan secara serius dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, rencana penguatan koridor Jalan Yos Sudarso juga diposisikan sebagai bagian dari pengembangan sistem jaringan jalan yang terintegrasi dengan poros-poros baru di pusat kota. Sinergi antar infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi perkotaan secara menyeluruh.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa tantangan pembangunan daerah saat ini membutuhkan kolaborasi yang lebih luas dan terintegrasi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga dengan pemangku kepentingan di tingkat nasional.

Menurutnya, komunikasi yang terbangun menjadi bagian penting dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang menuntut daerah lebih adaptif dalam menentukan skala prioritas.

Dalam konteks tersebut, peran putra daerah yang berada di tingkat pusat, seperti Irwan Fecho, dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi agar kepentingan daerah tetap terakomodasi dalam kebijakan nasional.
“Sinergi seperti ini sangat penting, terlebih dalam situasi efisiensi anggaran dari pusat. Daerah tidak bisa berjalan sendiri. Komunikasi harus diperkuat, dan keberadaan putra daerah di tingkat nasional menjadi kekuatan tersendiri untuk membantu mengawal program prioritas agar tetap mendapat dukungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jejaring komunikasi lintas level pemerintahan menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di daerah, khususnya dalam memastikan program-program strategis tetap berjalan optimal.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi yang konstruktif, sekaligus memperkuat komunikasi strategis dengan berbagai pihak, guna memastikan pembangunan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan pendekatan kolaboratif dan adaptif, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap mampu menjaga momentum pembangunan sekaligus mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.(kopi12/kopi13/kopi3)

Memuat tombol bagikan...