Widget Gambar

Solusi Jangka Panjang, Pemkab Kutim dan Perumdam TTB Siapkan SPAM Cipta Graha

Solusi Jangka Panjang, Pemkab Kutim dan Perumdam TTB Siapkan SPAM Cipta Graha
hms3
Memuat tombol bagikan...

Cipta Graha Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama Perusahaan Umum Derah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan SPAM Cipta Graha di Kecamatan Kaubun. Foto: Istimewa untuk Pro Kutim

SANGATTA - Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cipta Graha disiapkan menjadi penyangga baru layanan air bersih di Kutai Timur (Kutim). Setiap pembangunan infrastruktur selalu berangkat dari sebuah kebutuhan. Bagi masyarakat di sebagian wilayah Kutim, kebutuhan itu adalah kepastian memperoleh air bersih yang cukup dan berkelanjutan. Di tengah keterbatasan sumber air baku yang saat ini menopang SPAM Kaliorang, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama Perusahaan Umum Derah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan SPAM Cipta Graha di Kecamatan Kaubun.

Rencana tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi strategis untuk memperkuat layanan air bersih, khususnya bagi masyarakat Sangkulirang dan wilayah sekitarnya yang selama ini masih bergantung pada sistem eksisting. Pembangunan SPAM Cipta Graha dirancang menggunakan sumber air baku dari sungai dengan kapasitas instalasi pengolahan air sebesar 50 liter per detik. Jaringan perpipaan nantinya akan melintasi Desa Koleq dan terhubung dengan jaringan eksisting di Desa Benua Baru Ulu.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menyebut pembangunan SPAM Cipta Graha merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan layanan air minum di kawasan utara Kutim.

"SPAM Cipta Graha merupakan salah satu solusi jangka panjang yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan air bersih masyarakat. Sistem ini direncanakan terhubung dengan jaringan eksisting sehingga dapat memperkuat pelayanan di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan," ujar Suparjan, belum lama ini.

Sebelum dimanfaatkan sebagai sumber air baku, kualitas air sungai akan melalui kajian teknis sesuai ketentuan baku mutu yang berlaku. Analisis tersebut mencakup parameter fisika maupun kimia untuk memastikan kelayakan sumber air sebagai bahan baku air minum. Berdasarkan perhitungan kebutuhan, sistem baru ini berpotensi melayani Desa Cipta Graha, Desa Koleq, Desa Benua Baru Ulu, dan Desa Benua Baru Ilir. Total potensi pelayanan mencapai 2.252 sambungan rumah.

“Rencana akhir bulan ini, Juni 2026, Perumdam TTB mendapat pasokan air bersih dari SPAM KEK Maloy yang dikelola oleh Perusda PT Melati Bakti Sejahtera (PT MBS) milik Pemprov Kaltim sebesar 50 liter/detik. Selanjutnya air bersih akan disalurkan ke Sangkulirang melalui Booster di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliorang. Progres saat ini dalam tahap proses tanda tangan Perjanjian Kerja Sama PT MBS dengan Perumdam TTB,” kata Suparjan menambahkan perihal rencana dimaksud.

Bagi masyarakat, proyek ini bukan sekadar pembangunan instalasi dan jaringan perpipaan. Kehadirannya diharapkan menjadi penopang baru bagi keberlanjutan layanan air bersih, sekaligus memperkuat sistem distribusi yang telah berjalan selama ini.

"Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih yang memadai. Karena itu pengembangan SPAM dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan ketersediaan sumber air, kebutuhan masyarakat, dan keberlanjutan layanan," kata Suparjan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih, SPAM Cipta Graha menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kepastian pasokan bagi masyarakat, bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk tahun-tahun mendatang. (kopi3)

Memuat tombol bagikan...