Widget Gambar

Sudah Rampung, Pasar Teluk Pandan Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Sudah Rampung, Pasar Teluk Pandan Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru
Vian Pro kutim
Memuat tombol bagikan...

Suasana di salah satu sudut pasar di Sangatta, Kutai Timur (Vian Pro Kutim)

SANGATTA - Denyut perdagangan di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), bersiap memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun aktivitas jual beli berlangsung di tempat yang serba terbatas, para pedagang kini menatap masa depan yang lebih tertata dengan hadirnya pasar baru yang telah rampung dibangun pemerintah daerah.

Bangunan pasar yang lebih representatif itu diharapkan menjadi ruang niaga yang lebih layak, bukan hanya dari segi kenyamanan, tetapi juga dari sisi keamanan serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menata kegiatan perdagangan rakyat agar berlangsung lebih rapi, sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (P2DN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim, Erwin Pratama, memastikan pembangunan pasar tersebut telah selesai sepenuhnya dan siap difungsikan dalam waktu dekat.

“Secara fisik sudah selesai. Sekarang fokus kami bagaimana pasar ini segera dimanfaatkan secara optimal sesuai arahan bupati,” ujarnya mewakili Kadisperindag Kutim.

Menurut Erwin, pembangunan pasar tersebut menelan anggaran sekitar Rp20 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Dana tersebut dialokasikan untuk menghadirkan sarana perdagangan yang lebih layak bagi masyarakat setempat.

“Pembangunan pasar ini menelan biaya sekitar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD 2025. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang representatif bagi pedagang,” lanjutnya.

Dalam tahap pemanfaatan, pengisian kios dan lapak akan menjadi kewenangan pemerintah kecamatan. Prioritas diberikan kepada pedagang lokal yang selama ini berjualan di lokasi yang kurang memadai. Mekanisme penempatan akan dilakukan secara bertahap agar proses peralihan berjalan tertib dan adil.
Pasar Teluk Pandan sendiri dirancang untuk menampung puluhan pedagang. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah berharap seluruh aktivitas perdagangan yang selama ini tersebar di berbagai titik dapat terakomodasi dalam satu kawasan niaga yang lebih tertib.

“Pasar Teluk Pandan ini bisa menampung puluhan pedagang. Untuk pengelolaannya nanti akan berada di bawah koordinasi UPT Pasar Induk Sangatta agar lebih tertata dan profesional,” jelas Erwin.

Pengelolaan pasar juga akan disertai penerapan retribusi yang digunakan untuk mendukung operasional serta menjaga kebersihan lingkungan pasar. Sistem ini diharapkan memastikan keberlangsungan pengelolaan pasar sekaligus menjaga kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

“Ada retribusi yang akan diterapkan, dan itu digunakan untuk pembiayaan operasional serta kebersihan pasar, sehingga kenyamanan pedagang dan pengunjung tetap terjaga,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, kata Erwin, tidak ingin pembangunan fasilitas perdagangan berakhir tanpa aktivitas ekonomi di dalamnya. Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting agar pasar yang telah dibangun benar-benar hidup dan dimanfaatkan oleh pedagang.

“Jangan sampai kejadian seperti Pasar Sangatta Selatan terulang. Pasar sudah dibangun, tapi tidak ada pedagang yang menempati. Itu yang sedang kami antisipasi sejak awal, dengan memastikan penempatan pedagang benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Selain menjadi ruang transaksi, keberadaan pasar ini diharapkan memantik pergerakan ekonomi baru di Teluk Pandan. Aktivitas perdagangan yang lebih teratur diperkirakan dapat membuka peluang kerja, memperluas jaringan usaha kecil, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung agar pasar tidak kehilangan denyut aktivitas. Penataan pedagang, penguatan fasilitas, hingga pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi bagian dari strategi agar pasar tetap ramai dan produktif. Arahan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, turut menjadi pijakan penting dalam proses tersebut. Seluruh fasilitas yang telah dibangun, menurutnya, harus segera dimanfaatkan dan tidak dibiarkan terbengkalai.

Melalui pengawasan dan evaluasi berkala, pemerintah daerah berharap Pasar Teluk Pandan tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli semata. Lebih dari itu, pasar ini diharapkan tumbuh sebagai simpul ekonomi rakyat. Sebuah ruang pertemuan antara harapan para pedagang dan kebutuhan masyarakat yang terus bergerak.

Dengan fondasi tersebut, Teluk Pandan kini menunggu satu hal, yakni kios-kios mulai terisi, suara tawar-menawar kembali bergema, dan roda ekonomi berputar di ruang niaga yang lebih layak guna meningkatkan perekonomian. (kopi4/kopi3)

Memuat tombol bagikan...