Pasien saat melakukan pendaftaran di Puskesmas Teluk Lingga.Foto: Miftah/ Pro Kutim
SANGATTA – Masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas Teluk Lingga kini tidak langsung diarahkan ke dokter berdasarkan keluhan yang disampaikan. Sejak awal, pasien terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan sebagai bagian dari penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Skrining menjadi pintu awal pelayanan untuk membantu petugas kesehatan mengenali kondisi pasien, termasuk faktor risiko penyakit yang mungkin belum menimbulkan gejala atau belum menjadi keluhan utama.
Bidan Robiah Al Adawiah yang bertugas di bagian pendaftaran dan skrining Puskesmas Teluk Lingga menjelaskan, setiap pasien yang datang akan terlebih dahulu melalui proses skrining sebelum mendapatkan pelayanan lanjutan.
“Pasien datang itu tidak langsung ke dokter. Diawali dengan skrining terlebih dahulu,” jelas Robiah kepada Pro Kutim, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, pemeriksaan skrining disesuaikan dengan kelompok usia dan klaster pelayanan pasien. Artinya, skrining yang diberikan kepada anak, remaja, dewasa maupun lanjut usia tidak sepenuhnya sama.
Pada kelompok anak dan remaja, misalnya, skrining dapat mencakup kebiasaan merokok, kesehatan reproduksi hingga kelengkapan imunisasi. Sementara pada kelompok balita, pemeriksaan dapat diarahkan pada status imunisasi, kesehatan mata dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.
Adapun untuk kelompok dewasa dan lanjut usia, skrining lebih diarahkan pada faktor risiko penyakit yang banyak ditemukan pada kelompok tersebut, seperti diabetes melitus dan hipertensi.

“Kalau di Klaster 3, ada lansia dan pasien umum. Skriningnya seperti penyakit-penyakit yang banyak dialami lansia, seperti diabetes dan hipertensi,” ujar Robiah.
Melalui skrining, petugas dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan pasien sebelum menentukan pelayanan lanjutan yang dibutuhkan. Apabila ditemukan faktor risiko atau indikasi tertentu, pasien dapat diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala BLUD Puskesmas Teluk Lingga drg Sri Endrayati mengatakan, skrining menjadi bagian penting dalam upaya menggeser orientasi pelayanan kesehatan dari sekadar mengobati menjadi mencegah dan mendeteksi penyakit sedini mungkin.

“Sekarang sebelum ditangani, screening dulu. Tujuannya untuk mendeteksi penyakit lebih dini,” ujarnya.
Manfaat skrining menjadi semakin penting karena sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Dengan pemeriksaan awal, risiko kesehatan dapat diketahui lebih cepat sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan penanganan dan edukasi lebih dini.
Selain dilakukan melalui alur pelayanan di Puskesmas, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan skrining kesehatan melalui BPJS. Skrining tersebut dapat menggali riwayat dan faktor risiko sejumlah penyakit, termasuk diabetes melitus, hipertensi, HIV hingga kanker serviks.
Penerapan skrining juga didukung penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) yang telah diterapkan Puskesmas Teluk Lingga sejak akhir 2023. Hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan pasien dapat tercatat secara digital sehingga membantu mendukung kesinambungan pelayanan.

Melalui skrining, Puskesmas Teluk Lingga mendorong masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu sebelum memeriksakan kesehatan. Deteksi lebih awal diharapkan dapat membantu mencegah penyakit berkembang lebih berat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer.
Dengan demikian, kunjungan ke Puskesmas tidak hanya menjadi tempat untuk berobat ketika mengalami keluhan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan risiko penyakit sejak dini.(kopi8/kopi13/kopi3)







