Foto: ist
SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengajak generasi muda di Kabupaten Kutim memanfaatkan ruang kreatif melalui Lomba Vlog “Explore Potensi Desa Kutim 2026”. Ajakan itu disampaikan sebagai upaya membuka panggung bagi pemuda untuk menuturkan kisah pembangunan, kebudayaan, hingga denyut ekonomi desa melalui medium digital yang kian digandrungi.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai, partisipasi pemuda dalam lomba tersebut bukan semata ajang kompetisi, melainkan wahana menampakkan wajah desa Kutim kepada khalayak yang lebih luas. Melalui rekaman visual dan narasi personal para peserta, desa-desa di Kutim dapat dipresentasikan sebagai ruang kehidupan yang dinamis, sarat potensi, dan terus bertumbuh.
“Kesempatan cukup menarik pada tahun ini, silahkan mengikutinya daftarkan segera. Semakin banyak peserta maka semakin banyak kesempatan bagi desa, kecamatan untuk memperlihatkan pembangunannya di tengah-tengah masyarakat Kutai Timur dan Indonesia pada umumnya,” ujar Ardiansyah.
Lomba tersebut dibagi ke dalam dua kategori utama. Pertama, Vlog Explore Potensi Desa Kutim, yang menyoroti bentang alam, kebudayaan lokal, kuliner khas, serta geliat ekonomi desa. Kategori ini diharapkan mampu merekam keunikan kampung-kampung di Kutim secara lebih hidup dan otentik. Kategori kedua ialah Vlog Explore Kegiatan Pemerintahan Kutim, yang mengangkat program pembangunan dan pelayanan publik yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutim. Melalui kategori ini, peserta dapat mendokumentasikan berbagai aktivitas pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua Panitia Lomba Vlog, Tomi Jpisa, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terbuka bagi seluruh warga Kutim dan tidak dipungut biaya pendaftaran. Ia menegaskan bahwa lomba ini dirancang sederhana agar mudah diikuti oleh masyarakat, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.
“Peserta cukup buat vlog mode portrait maksimal 5 menit, upload di Instagram, Facebook, dan TikTok dengan hashtag #ExplorePotensiDesaKutim2026 #PemudaKutimHebat, lalu tag akun Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Pembina, Penasehat dan Ketua Pemuda Kutim Hebat,” jelas Tomi.
Ia menambahkan, format video yang ringkas dimaksudkan agar karya peserta mudah disebarluaskan di berbagai platform digital. Dengan demikian, konten yang dihasilkan tidak hanya menjadi materi lomba, tetapi juga menjadi dokumentasi visual mengenai perkembangan desa serta aktivitas pembangunan daerah.
Penyelenggara telah menetapkan sejumlah tahapan waktu dalam pelaksanaan kompetisi ini.
Pendaftaran sekaligus pengumpulan karya dibuka sejak 20 April hingga 20 Juni 2026. Setelah itu, proses seleksi dan penilaian akan berlangsung pada 21–29 Juni 2026, sebelum akhirnya pemenang diumumkan pada 30 Juni 2026. Penyerahan hadiah dijadwalkan pada 5 Juli 2026.
Melalui lomba tersebut, panitia berharap lahir karya-karya visual yang bukan hanya informatif, tetapi juga menghadirkan narasi desa yang lebih bernyawa. Sebuah gambaran yang memotret kehidupan masyarakat secara apa adanya. Dalam pengertian ini, vlog tidak sekadar menjadi dokumentasi, melainkan juga medium narasi visual yang menuturkan kisah kampung: tentang alamnya, tradisinya, kulinernya, hingga geliat ekonominya.
Informasi lebih lanjut mengenai lomba ini dapat diperoleh melalui kontak panitia Pemuda Kutim Hebat atas nama Mifta (082126146682) atau melalui akun media sosial @pemudakutimhebat di Instagram, TikTok, dan Facebook. (kopi3)








