Widget Gambar

Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Karhutla di Muara Bengkal Ilir

Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Karhutla di Muara Bengkal Ilir
Kopi 7
Memuat tombol bagikan...

Teks foto: Kades Muara Bengkal Ilir bersama warga berjibaku padamkan kebakaran lahan (istimewa)

MUARA BENGKAL — Gerak cepat pemerintah desa, aparat kepolisian dan masyarakat berhasil memperkuat upaya penanganan kebakaran lahan di Muara Bengkal Ilir, Kabupaten Kutai Timur. Di tengah keterbatasan sarana pemadaman, seluruh pihak bahu-membahu mengerahkan personel, peralatan dan pasokan air untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

Kepala Desa Muara Bengkal Ilir, Syahrani, bersama jajaran pemerintah desa, Kapolsek beserta anggota, serta masyarakat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kebakaran, terutama dengan kondisi sarana pemadaman yang masih terbatas.

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan peralatan yang tersedia di lapangan. Pasokan air diperkuat menggunakan mobil pemadam kebakaran (Damkar), sementara air dari tandon diangkut menggunakan mobil Toyota Hilux pikap untuk menjangkau lokasi yang membutuhkan suplai air.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat bergantung pada satu institusi. Ketika api muncul, kecepatan respons dan keterlibatan banyak pihak menjadi sangat menentukan untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Yang terpenting kita bersama-sama berupaya agar api segera padam dan tidak meluas ke wilayah lainnya. Pemerintah desa, aparat, masyarakat dan semua pihak harus saling mendukung dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Syahrani juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api serta segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran.

Kesigapan tersebut juga mendapat apresiasi dari warga yang ikut terlibat langsung dalam pemadaman. Sap salah seorang warga setempat, mengaku bersyukur melihat pemerintah desa, kepolisian dan masyarakat bergerak cepat ketika mengetahui adanya kebakaran.

“Saya bersyukur dan bangga melihat aparat desa, Kapolsek beserta jajaran, dan masyarakat sama-sama turun membantu. Begitu ada kebakaran, semua cepat bergerak. Ini menunjukkan kalau kita kompak, pekerjaan yang berat bisa kita hadapi bersama,” ujar Sap

Menurutnya, kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang tidak boleh dianggap sepele. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar jika tidak segera ditangani, terlebih ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.

Menurutnya, warga yang tinggal paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran memiliki peran penting untuk mendeteksi dan melaporkan api sejak dini.
Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, kepolisian, petugas pemadam, pihak swasta dan unsur lainnya karena itu perlu terus diperkuat.
Dukungan personel, peralatan maupun pasokan air akan sangat menentukan ketika kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau.

Penanganan karhutla juga tidak semata-mata soal memadamkan api. Upaya cepat diperlukan untuk melindungi keselamatan warga, mencegah kerusakan lingkungan, menjaga kualitas udara, serta menghindari kerugian yang lebih besar apabila api menjalar ke kawasan permukiman maupun lahan lainnya.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam penanganan kebakaran di Muara Bengkal Ilir menjadi modal penting menghadapi ancaman karhutla secara cepat agar tidak meluas.(kopi7/kopi4/kopi3)

Memuat tombol bagikan...