Wabup Mahyunadi saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1448H di Halaman Pasar Induk. Foto: Lintang/Hasyim Pro Kutim
SANGATTA — Suasana penuh nuansa keagamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Majelis Taklim Al-Barazanji Bugis Nusantara Kabupaten Kutai Timur (Kutim), bersama Ikatan Keluarga Masyarakat Parepare dan Majelis Taklim Pra Lansia Posyandu Pasar Induk Sangatta Utara, di halaman parkir Pasar Induk Sangatta (PIS), Minggu (20/9/26).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, tokoh masyarakat, pengurus majelis taklim, serta masyarakat sekitar. Peringatan Maulid diisi dengan pembacaan Barzanji dan tausiyah oleh KH Tuan Guru Muhammad Ibrahim Syam.
Dalam sambutannya, Mahyunadi mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat silaturahmi, persatuan, serta keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberagaman tradisi dalam memperingati Maulid di Indonesia merupakan bagian dari kekayaan masyarakat yang perlu dijaga dengan sikap saling menghormati. Ia menekankan agar perbedaan dalam menjalankan tradisi keagamaan tidak menjadi alasan untuk saling menghina maupun menimbulkan konflik.
“Yang suka maulid, jangan menghina yang tidak maulid. Yang tidak maulid, jangan menghina yang suka maulid. Enggak apa-apa, yang penting tidak bentrok,” ujar Mahyunadi.
Ia menilai, kegiatan keagamaan seperti Maulid dan pengajian juga menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antarwarga. Semakin sering masyarakat bertemu dan bersilaturahmi, menurutnya, semakin kuat pula hubungan sosial yang terbangun di tengah masyarakat.
Mahyunadi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan meningkatkan akhlak. Ia mengajak umat Islam untuk terus memperbanyak kegiatan keagamaan, membaca salawat, mengikuti pengajian, serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

“Dengan sering bertemu, sering maulid, sering mengadakan pengajian, majelis-majelis, maka insyaallah akhlak-akhlak kita semakin baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Ade Achmad Yulkafilah yang diwakili oleh Sekretaris Disperindag Kutim Hasdarwan menyampaikan apresiasi kepada Majelis Taklim Al-Barazanji Bugis Nusantara, Majelis Taklim Pra Lansia Posyandu Pasar Induk, dan Ikatan Keluarga Masyarakat Parepare yang telah bersama-sama menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia berharap momentum tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat diambil hikmahnya dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan dalam kehidupan bermasyarakat di Kutim.

Peringatan Maulid Nabi 1448 H tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH Tuan Guru Muhammad Ibrahim Syam yang mengajak jamaah mengambil keteladanan dari kehidupan Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun akhlak dan hubungan baik antarsesama.(kopi17/kopi13/kopi3)








