Widget Gambar

Kids Dash Jadi Pintu Masuk Pengenalan Olahraga Sejak Dini

Kids Dash Jadi Pintu Masuk Pengenalan Olahraga Sejak Dini
kopi 15
Memuat tombol bagikan...

SANGATTA - Puluhan anak usia 5 sampai 8 tahun berlari di lintasan sepanjang 800 meter di Alun-Alun Bukit Pelangi Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sabtu (26/9/2026). Langkah-langkah kecil mereka menjadi bagian dari Bupati Running Fest 2026, sekaligus memperkenalkan olahraga melalui cara yang menyenangkan sejak usia dini. Kategori Kids Dash tidak semata-mata menghadirkan perlombaan bagi anak-anak. Di balik aktivitas berlari menuju garis finis, mereka mendapatkan pengalaman pertama mengikuti ajang olahraga, mengenal aturan perlombaan, berani tampil, serta belajar menyelesaikan tantangan sesuai kemampuan.

Suasana tersebut menjadi warna tersendiri dalam Bupati Running Fest 2026. Ketika peserta dewasa berlari dengan target waktu dan jarak, anak-anak justru diperkenalkan pada olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan dan dapat dilakukan bersama.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menaruh perhatian terhadap keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, olahraga merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup aktif sekaligus menjaga kebugaran masyarakat.

“Alhamdulillah, momen penting hari ini telah selesai. Ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kreativitas untuk menyegarkan, menggugah, dan memberikan yang terbaik dalam kehidupan agar kita senantiasa bugar,” kata Ardiansyah dalam sambutannya.
Bagi anak usia 5 sampai 8 tahun, pengalaman mengikuti perlombaan dapat menjadi proses membangun rasa percaya diri. Mereka belajar mempersiapkan diri, mengikuti aturan, berusaha menyelesaikan lintasan, serta menerima hasil yang diperoleh. Pengalaman itu juga memperlihatkan bahwa pengenalan olahraga sejak dini tidak selalu harus diarahkan pada pencarian bibit atlet. Kebiasaan bergerak dan berolahraga dapat menjadi bagian dari pola hidup aktif yang ditanamkan sejak anak-anak dan dibawa hingga dewasa.

Ardiansyah mengapresiasi keikutsertaan anak-anak tersebut bersama seluruh peserta Running Fest 2026. Peserta tidak hanya berasal dari Kutim, tetapi juga dari daerah lain.

“Terima kasih kepada anak-anak usia 5 sampai 8 tahun serta seluruh peserta, baik dari Kutai Timur maupun dari luar Kalimantan Timur,” ujarnya.

Bupati Running Fest 2026 berlangsung selama dua hari, 26 hingga 27 September 2026. Setelah Kids Dash pada hari pertama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kategori 5K dan 10K bagi peserta umum, pelajar, dan wanita pada Minggu (27/9/2026).

Secara keseluruhan, lebih dari 2.500 peserta ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Jumlah itu memperlihatkan luasnya kelompok masyarakat yang terlibat, dari anak-anak yang baru mengenal olahraga lari hingga peserta yang telah terbiasa mengikuti berbagai ajang.
Keragaman kategori sekaligus memberi ruang bagi peserta untuk berkembang sesuai usia dan kemampuan. Anak-anak memulai dari jarak yang relatif pendek, sementara peserta dewasa mendapat tantangan yang lebih panjang untuk menguji daya tahan dan kemampuan mereka.

Pengembangan Running Fest juga diarahkan pada peningkatan tantangan pada pelaksanaan berikutnya. Ardiansyah menyampaikan rencana menghadirkan kategori dengan jarak yang lebih jauh, sekitar 21 kilometer atau 28 kilometer.
Dengan demikian, Running Fest tidak berhenti pada satu perlombaan. Ada ruang untuk membangun jenjang olahraga secara bertahap, anak-anak diperkenalkan melalui jarak yang sesuai usia, sementara pelari dewasa dapat meningkatkan kemampuan melalui tantangan yang lebih panjang.

Dari lintasan 800 meter Kids Dash, pesan itu dimulai dengan sederhana. Olahraga tidak selalu berawal dari ambisi menjadi juara. Ia dapat dimulai dari keberanian seorang anak berdiri di garis start, bergerak bersama teman-temannya, lalu menyelesaikan langkah pertama menuju garis finis. (kopi15/kopi4/kopi3)

Memuat tombol bagikan...