SANGKULIRANG - Salat Subuh di Masjid Al Ihsan Muhammadiyah Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), Sabtu (26/9/2026), berlangsung dalam suasana berbeda. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi hadir bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sangkulirang dan jamaah, sekaligus menyaksikan penyerahan rumah wakaf yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan dakwah Islam di wilayah tersebut.
Mahyunadi mengikuti salat Subuh berjamaah sebelum memberikan kultum dan arahan kepada jamaah. Seusai kegiatan, ia bersama Ketua PCM Sangkulirang Ustaz Hasyim Abdullah dan Camat Sangkulirang Cipto Buntoro meninjau langsung rumah yang diwakafkan keluarga besar H Syafruddin Syam kepada PCM Sangkulirang.
Ketua PCM Sangkulirang Hasyim Abdullah mengatakan, kehadiran Wakil Bupati menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Muhammadiyah Sangkulirang. Terlebih, kehadiran tersebut bertepatan dengan penyerahan aset keluarga yang dinilai memiliki nilai sejarah bagi perjalanan dakwah di Sangkulirang.
“Alhamdulillah, dalam momentum yang bersejarah ini kami berkesempatan menerima kehadiran Bapak Wakil Bupati Kutai Timur untuk salat Subuh berjamaah bersama kami serta melihat langsung rumah yang diwakafkan,” ujar Hasyim.
Rumah tersebut berdiri di atas tanah seluas 11 x 40 meter dengan bangunan berukuran 8 x 28 meter. Aset itu kini diwakafkan kepada PCM Sangkulirang untuk dimanfaatkan sebagai rumah singgah bagi tamu, musafir, dan para mubalig yang datang ke Sangkulirang dalam rangka kegiatan dakwah.
Mahyunadi mengapresiasi keputusan keluarga besar H Syafruddin Syam yang menyerahkan aset tersebut untuk kepentingan keagamaan dan masyarakat.
“Wakaf ini tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti, bukan hanya bagi keluarga yang mewakafkan, tetapi juga bagi masyarakat Sangkulirang. Semoga keluarga yang telah memberikan infak di jalan Allah SWT dimudahkan segala urusannya,” ujar Mahyunadi.
Menurut Mahyunadi, wakaf merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat apabila dikelola dengan baik. Ia berharap rumah tersebut dapat menjadi fasilitas yang mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat syiar Islam di Sangkulirang.
“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan keluarga besar H Syafruddin Syam menjadi amal jariyah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Di balik penyerahan wakaf itu, tersimpan kisah panjang yang membuat rumah tersebut memiliki nilai historis bagi keluarga dan masyarakat Sangkulirang. Syafruddin Syam, yang mewakili keluarga dalam penyerahan wakaf, menuturkan bahwa sejak sekitar 1970-an, rumah tersebut telah menjadi tempat singgah para mubalig dan musafir yang datang ke Sangkulirang untuk berdakwah. Saat itu, almarhum ayahnya, H Syamsuddin, kerap membuka rumah bagi para mubalig yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalankan syiar Islam.
Salah seorang mubalig yang pernah tinggal dan berdakwah di rumah tersebut ialah H Mardi Raharjo. Ia menjalankan aktivitas dakwah di Sangkulirang selama kurang lebih 21 tahun. Pada 1990, H Mardi Raharjo pindah ke Bontang bersama istri dan anak-anaknya, kemudian melanjutkan aktivitas dakwah di kota tersebut.
“Sejak tahun 1970-an, orang tua kami sering menampung para mubalig atau musafir yang datang untuk berdakwah dan syiar Islam di Sangkulirang,” tutur Syafruddin.
Setelah puluhan tahun menjadi bagian dari kehidupan keluarga sekaligus perjalanan dakwah Islam di Sangkulirang, rumah tersebut kini memasuki babak baru. Keluarga besar Syafruddin secara resmi menyerahkan tanah dan bangunan itu kepada PCM Sangkulirang sebagai wakaf.
Wakaf tersebut diberikan keluarga besar Syafruddin bersama saudara-saudaranya, yakni Hj Hidayah Syam, almarhum H Bahruddin Syam, H Amiruddin Syam, H Taufiq Syam, dan H Faturrahman Syam. Syafruddin berharap wakaf tersebut menjadi amal jariyah bagi seluruh keluarga, terutama bagi kedua orang tuanya, almarhum H Syamsuddin dan almarhumah Hj Arbayah.
Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur.Pernah bertugas di lingkup Sekretariat Kabupaten Kutai Timur sebagai Asisten Tata Praja. Syafruddin Syam dikenal sebagai tokoh masyarakat dan pejabat publik di Kutim yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, sejumlah jabatan strategis lainnya, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kutim
Camat Sangkulirang Cipto Buntoro turut mengapresiasi penyerahan wakaf tersebut. Menurut dia, rumah itu bukan hanya memiliki nilai fisik, tetapi juga menyimpan jejak perjalanan dakwah Islam yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi wakaf yang diberikan kepada PCM Sangkulirang. Rumah ini bukan hanya memiliki nilai sebagai sebuah bangunan, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam perjalanan dakwah Islam di Sangkulirang,” ujarnya.
Ia berharap rumah singgah tersebut terus dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, menerima tamu, serta menjadi tempat persinggahan bagi para musafir dan mubalig yang datang ke Sangkulirang. Bagi PCM Sangkulirang, penyerahan wakaf tersebut bukan sekadar perpindahan kepemilikan aset. Rumah yang sejak 1970-an menjadi tempat singgah para mubalig kini kembali didedikasikan untuk kepentingan dakwah dan masyarakat.
Kehadiran Wabup Kutim Mahyunadi dalam salat Subuh, pemberian kultum, hingga peninjauan rumah wakaf turut menandai momentum tersebut. Sejarah yang pernah berlangsung di rumah itu diharapkan terus berlanjut melalui manfaat yang diberikan kepada masyarakat Sangkulirang. (kopi8/kopi13/kopi3)








