Widget Gambar

TDA Diminta Pacu Sektor UMKM dan Cetak CEO Baru

TDA Diminta Pacu Sektor UMKM dan Cetak CEO Baru
Kopi 5
Memuat tombol bagikan...

Bupati Ardiasnyah Sulaiman sampaikan sambutan dalam Inaugurasi TDA Sangatta. Foto: Istimewa

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen menggenjot pertumbuhan sektor ekonomi non ekstraktif melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri Inaugurasi Kelompok Meeting Bisnis, Sertinah Tangan Di Atas (TDA), dan Workshop "Strategi Membantu Bisnis Layak Dilirik dan Didanai" di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sabtu (26/9/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menyoroti pentingnya diversifikasi ekonomi agar daerah tidak terus-menerus bergantung pada hasil tambang dan migas.

"Apakah batubara dan minyak bisa sepenuhnya memberikan kesejahteraan dan pemerataan kepada masyarakat? Tentu kita harus terus memberikan dorongan pada sektor ekonomi kreatif dan UMKM," ujar Ardiansyah di hadapan para anggota TDA.

Ia memaparkan bahwa struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim perlahan mulai bergeser ke arah yang positif. Jika pada tahun 2023 sektor non-ekstraktif hanya menyumbang sekitar 10 hingga 15 persen, data terbaru tahun 2025 yang dirilis pada 2026 menunjukkan peningkatan signifikan.

"Sektor non-ekstraktif kini sudah menyumbang hingga 30 persen terhadap PDRB Kutim. Sektor UMKM, industri rumah tangga, serta pariwisata dan perhotelan menunjukkan tren pergerakan angka yang sangat positif," jelasnya.

Untuk menjaga momentum ini, Bupati meminta dinas terkait agar proaktif dalam mendampingi dan memberikan bantuan modal bagi para wirausahawan lokal.

"Saya selalu memberikan dorongan kepada perangkat daerah, seperti Dinas Koperasi dan UMKM, untuk melihat UMKM mana saja yang berpotensi dan bisa dibantu permodalannya oleh pemerintah," tegas Ardiansyah.

Tak hanya di sektor perdagangan dan jasa, ia juga mendorong pemanfaatan teknologi modern pada sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk produktif.

"Petani dan peternak sekarang tidak harus memiliki lahan yang besar. Di lahan sempit pun sekarang bisa dioptimalkan dengan konsep integrated farm dan hidroponik," tambahnya.

Atas terselenggaranya pelatihan dan mentoring bisnis ini, Ardiansyah menyambut baik peran komunitas seperti TDA dalam melatih para wirausahawan muda.

"Semoga dengan kegiatan ini muncul CEO-CEO baru di Kutim," kata Ardiansyah sambil berseloroh menyinggung fenomena drama China (dracin).

"Kalau lihat dracin itu kan CEO-nya sering tersembunyi, tapi jalan ceritanya memberikan semangat. Nah, kita ingin semangat bisnis seperti itu hidup di Kutim."

Ia menambahkan bahwa pendampingan bisnis menjadi kunci agar usaha lokal mampu naik kelas.

"Dengan mentoring, kita bisa membangkitkan ekonomi individu maupun kelompok usaha yang berdampak langsung ke lingkungan sekitar, hingga nantinya produk Kutim siap masuk ke pasar global," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TDA Sangatta Terpilih Periode 2026–2029, Nanin, menyampaikan komitmen kepengurusannya untuk menyelaraskan agenda daerah dengan program TDA di tingkat nasional.

"Program yang dilaksanakan di Sangatta akan kita sesuaikan dengan program nasional. Salah satu agenda besar yang siap dilaksanakan tahun depan adalah Pasar Wirausaha," kata Nanin.

Nanin menambahkan, pada periode kepemimpinannya, TDA Sangatta akan memprioritaskan regenarasi dan peningkatan kualitas anggota dan pemanfaatan teknologi untuk para anggotanya.

"Saat ini TDA Sangatta berfokus pada regenerasi anggota, peningkatan kualitas kapasitas bisnis, serta integrasi teknologi digital seperti pemanfaatan aplikasi TDA Passport untuk tata kelola keanggotaan dan usaha," terangnya.(kopi5/kopi13)

Memuat tombol bagikan...