Widget Gambar

Bupati Kutim Ajak Masyarakat Muara Bengalon Teladani Akhlak Rasulullah

Bupati Kutim Ajak Masyarakat Muara Bengalon Teladani Akhlak Rasulullah
kopi 15
Memuat tombol bagikan...

Bupati Kutim  Ardiansyah Sulaiman saat menghsdiri peringatan Maulid Nabi di Muara Bengalon. Foto: Dewi/Pro Kutim

MUARA BENGALON – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Musala Al Muhajirin, RT 04/RW 01, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman yang sekaligus didaulat sebagai penceramah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, sikap, dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan tausiah dengan mengangkat tema “Mari jadikan momen ini sebagai pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, memperbanyak shalawat, serta menyebarkan kasih sayang dan kebaikan kepada sesama.”

Ardiansyah mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan sarana untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak mulia yang beliau contohkan. Nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian, serta sikap menghormati sesama menjadi bagian penting yang relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, memperbanyak shalawat, serta menyebarkan kasih sayang dan kebaikan kepada sesama,” pesan Ardiansyah dalam tausiah tersebut.

Ia menekankan bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap saling menghargai dan menjaga hubungan baik antarsesama. Perbedaan latar belakang, pandangan maupun kondisi sosial hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.

Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang senantiasa mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan baik, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Desa Muara Bengalon. Kebersamaan warga dalam mengikuti kegiatan keagamaan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial serta keagamaan di lingkungan desa.

Ardiansyah juga mengajak masyarakat agar memperbanyak membaca shalawat sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Namun, kecintaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada ungkapan lisan, melainkan tercermin dalam perilaku dan tindakan sehari-hari.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, hubungan bertetangga, kehidupan bermasyarakat hingga dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi diharapkan mampu memberikan makna yang lebih mendalam bagi masyarakat. Momentum tersebut dapat menjadi pengingat bersama bahwa ajaran dan keteladanan Rasulullah SAW senantiasa memiliki relevansi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, penuh kepedulian dan saling menghormati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Bengalon, Kepala Desa Muara Bengalon, jajaran panitia penyelenggara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat Desa Muara Bengalon.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus menjadi wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga.

Bagi masyarakat Desa Muara Bengalon, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk menjaga persaudaraan, memperbanyak amal kebaikan, mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.(kopi15/kopi13/kopi3) 

Memuat tombol bagikan...